Bersama Dhuafa, Berbagi Kebahagiaan Lawan Corona

Pandemi corona menyebabkan lesunya ekonomi, khusunya bagi masyarakat berpendapatan harian. Hal ini contohnya dialami oleh tukang becak di Yogyakarta. Sepinya pariwisata juga mempengaruhi turunnya pendapatan tukang becak.

Sebagai bentuk kepedulian pada dhuafa, dalam masa tanggap darurat corona, MPAQ, BIAS dan BMT BMI memberikan 90 paket sembako kepada komunitas tukang becak. Bapak-bapak tukang becak ini juga merupakan peserta kajian bulanan BIAS.

Selain tukang becak, bantuan sembako ini juga menyasar warga sekitar BMT BMI. Bantuan yang diberikan berupa beras 5kg, minyak goring, teh serta mie instan.

Kelas On Line Ceria, Solusi Pembelajaran Alternatif, Di Masa Lock Down Corona

Program Kelas on line Ceria ini diluncurkan, untuk membantu  ayah bunda,  memberikan aktivitas yang berbeda untuk Ananda, di hari Sabtu dan Ahad. Khusus bagi anak ank usia 3 s.d 6 tahun.

“Pembelajaran on line bagi siswa SD, sampai dengan mahasiswa sudah banyak bisa kita akses. Meski banyak pula keluhan dari ortu dan anak, karena hampir semua berujung pada tugas dan PR. Sekolah BIAS, berupaya mengisi minimnya alternatif pembelajaran dan kegiatan bagi anak usia 3 s.d 6 tahun , di masa lock down corona ini ,” jelas ust Ari penggagas kegiatan ini.

Harapannya, anak anak dapat berinteraksi langsung dengan ustadzah dan teman teman baru, untuk menambah pengalaman dan pengetahuan, dengan asyik dan menyenangkan.

Program ini, wujud kepedulian ustadz/ah BIAS untuk anak anak Indonesia, agar tetap terus  semangat, ceria dan melakukan aktifitas yang positif, di tengah kebijakan sekolah yang meliburkan siswa di masa tanggap darurat Corona.

Pendaftaran: bit.ly/sekolahonlineBIAS
Kontak: 0858 5167 2064

“Kebijakan Corona” di Sekolah Bina Anak Sholeh Yogyakarta


Wabah corona yang masuk kategori pandemi tak ayal menjadi issue yang mesti disikapi oleh seluruh elemen, termasuk BIAS sebagai sebuah lembaga pendidikan.
Bagaimana BIAS menjawab corona ini?
1. Forum Dialog: “Bijak Mensikapi Issue Corona” bersama Pakar.
Forum ini mempertemukan seluruh wali siswa BIAS dengan Bp. Trisno Agung Wibowo, S.K.M., M.Kes, dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY, tanggal 11 Maret 2020 bertempat di Grhatama Pustaka Yogyakarta.
2. Belajar di rumah untuk siswa .
Belajar di rumah bagi seluruh siswa, dengan model pembelajaran on line selama 2×40 menit bagi siswa Batita, Play Group, TK dan SD, dan 3×40 menit bagi siswa SMP-SMA Bias Boarding School, menggunakan aplikasi zoom clouding meeting dan google class room.
3. Membagikan Lembar Kerja Siswa.

Selain hal di atas, ustadz/ah, karyawan dan manajemen bergerak bersama secara cepat sesuai penugasannya.
1. Sterilisasi semua kelas dan lingkungan sekolah.
Pembongkaran , penyemprotan, dan penataan kembali semua barang, untuk memastikan bahwa lingkungan sekolah bersih dan sehat.
2. Penyiapan perangkat pembelajaran KBM on line, diawali bimbingn teknis, gladi, uji coba, hingga diluncurkannnya KBM on line.
3. Pengaturan penugasan ustdz/ah dan karyawan untuk siaga di sekolah, dengan pemberlakuan SOP PHBS dengan ketat.
4. Pendistribusian vitamin C, makan siang sehat kaya protein dan pendistribusian beras bagi seluruh ustadzah dan karyawan.

Hal hal di atas dilakukan, sebagai ikhtiar agar Sekolah BIAS tetap bisa memberikan layanan pendidikannya bagi sekitar 800 siswa, dengan jaminan keselamatan dan kesehatan bagi semua yang terlibat dan bertugas di masa tanggap darurat corona.

Sterilisasi Lingkungan dan KBM Online di Sekolah Bias Yogyakarta

Memperhatikan serta mencermati keadaan, mempertimbangkan saran pemerintah dan dokter, Sekolah Bias melaksanakan kegiatan sterilisasi seluruh ruang, lingkungan sekolah beserta alat peraga pembelajaran. Kegiatan yang dilaksanakan oleh  ustadz, ustadzah dan karyawan Bias merupakan hal responsif untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19.

Sekolah Bias sendiri mengganti pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran online secara realtime dengan dipandu ustadz/ustadzah. Hal ini dilaksanakan dengan pertimbangan seperti pada uraian di atas. Bias sebagai lembaga pendidikan selalu berusaha memberikan pembelajaran, termasuk bagaimana belajar menyikapi keadaan. Bila kini sedang tren kata lock down untuk aktivitas luar ruangan, maka bias menyiasatinya dengan memanfaatkan teknologi mutakhir yakni pembelajaran tatap muka online secara real time.

Semoga dengan begitu, social distancing sebagai arahan dari pemerintah dapat terlaksana dengan baik sebagai salah satu cara mencegah penularan virus corona, namun kegiatan edukasi tetap berjalan dengan metode yang sedikit berbeda. Jadi, semua dapat berjalan beriringan.

Bijak menyikapi Issue Corona

Berawal dari Wuhan, Tiongkok, virus yang dinamai covid-19 benar-benar menyita perhatian dunia. Virus ini mulai merebak pada desember 2019 dan dengan cepat menyebar ke beberapa wilayah di Tiongkok hingga berbagai negara termasuk laporan terakhir sampai ke Indonesia.

Coronavirus merupakan kumpulan virus yang menginfeksi sistem pernafasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernafasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga dapat menyebabkan infeksi pernafasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Lalu, bagimana kita menyikapi wabah yang meghebohkan dunia tersebut? Bersikap over protective, panik berlebihan tentu bukanlah hal yang bijaksana.

Sekolah Bias sebagai salah satu institusi pedidikan berkewajiban memberikan edukasi positif terkait bagimana menyikapi suatu issue termasuk virus corona. Pada hari rabu 11 maret 2020, sekolah bias mengundang para wali siswa untuk menghadiri dialog interaktif dengan tajuk “Bijak Menyikapi Issue Virus Corona”. Bertempat di Auditorium Grhatama Pustaka, 2 pemateri dihadirkan pada 2 sesi yang berbeda. Sesi 1 paparan disampaikan oleh Bapak Trisno Agung Wibowo, S.K.M., M.kes., yang bertugas di Dinas Kesehatan DIY.

Dengan memaparkan data dengan tingkat validasi yang dapat dipertanggungjawabkan, pemateri 1 menyampaikan hal pokok bahwa tingkat mortalitas corona ternyata masih berada di bawah penyakit klasik semacam TBC. Sehingga, kita tidak perlu panik berlebih. Hanya saja, kita harus selalu menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kembali, siswa siswi SD BIAS Yogyakarta menyabet trophy PPMBI dan KOSN

Awal semester 2 yang menggembirakan bagi keluarga besar Sekolah Bias Yogyakarta. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, siswa siswi SD Bias Kaliurang kembali menorehkan prestasi pada event  Pusat  Pembinaan Minat Bakat Istimewa (PPMBI) dan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman tahun 2020.

SD Bias Kaliurang meraih 4 trophy. Keempat siswa siswi yang mengikuti kegiatan bergengsi dan mendapat trophy bersama dengan anak-anak cerdas dan berbakat istimewa lainnya adalah Mbak Qiyya (Olimpade IPA), Mas Arga (Pantomim), Mas Abim (Catur), dan Mba Raisa (Karate).

Semoga siswa siswi tersebut dapa diproyeksikan untuk mengikuti ajang serupa dengan tingkatan dan prestasi yang lebih gemilang.

Sanlat SMP-SMA BIAS di Pantai Cemoro Sewu

Sanlat atau yang akrab di sebut pesantren kilat dilaksanakan di Pantai Cemoro Sewu, Bantul, oleh SMP dan SMA BIAS Yogyakarta pada 13 febrari 2020. Kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Sekolah Bias ini dikemas sebagai salah satu media pembelajaran yang tidak biasa dan tidak menjemukan.

Di tempat berlangsungnya sanlat, siswa belajar diniyah dan beberapa ilmu alat di alam terbuka seperti nahwu, shorof, mufrodhat dan mengkaji kitab-kitab rujukan keagamaan. Seperti ilmu gramatikal arab nahwu shorof yang terkesan rumit misalanya, yang biasanya diajarkan di dalam kelas atau ruangan khusus, diolah dengan metode pembelajaran yang berbeda, sehingga siswa mendapat nuansa baru untuk menampung ilmu tersebut.

Selain diniyah, siswa juga berkegiatan hal lainnya seperti outbond yang mendorong siswa untuk mengembangkan ketangkasan berpikir dan daya kreativitas yang tinggi. Muara dari kegiatan siswa Sekolah Bias seperti ini adalah menjadikan para siswa menjadi generasi Tajiir Shoduq BIAS 2030.

Dari Tahsin Al-Quran Hingga Diskusi Kesehatan Di Senior School Husnul Khotimah

Tahsin Pagi diSenior School Husnul Khotimah

Ibu Titi Sumiarti dengan antusias mengikuti  tahsin al-quran di Senior School  Husnul Khotimah. Ibu Titi yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, setelah purna tugas menghabiskan waktunya untuk memperdalam ilmu agama, termasuk di Senior School Husnul Khotimah.

Senior school Husnul khotimah sendiri adalah sekolahnya orang-orang yang telah selesai mengabdi pada profesi. Bertempat di komplek perkantoran LPIT BIAS Yogyakarta Jl Wirosaban Barat, berlangsung kajian keagamaan setiap hari senin, rabu, dan jumat. Selain Tahsin Al-Quran, juga kajian keagamaan yang disampaikan para ustaz maupun pembalajar yang mumpuni.

“Di sini enak mas, kami dapat bertukar pikiran sekaligus silaturahim”. Terang Ibu Titi Sumiarti. “Saya pernah berdiskusi dengan pemateri di sini mengenai sunat klitoris pada wanita, beliau menyampaiakan secara fiqih, saya menambahkan pandangan secara medis, jadi kita punya perspektif yang komplit,” pungkas beliau.

Paparan program semester II SMP-SMA Bias Yogyakarta

Paparan program semester 2 Sekolah Bias Yogyakarta dilaksanakan pada hari sabtu 8 februari 2020  untuk jenjang SMP dan SMA setelah beberapa pekan sebelumnya dilaksanakan untuk jenjang di bawahnya. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung bawah SMA BIAS Yogyakarta berlangsung dengan santai namun penuh dengan keseriusan serta keantusiasan dari para wali siswa yang ingin mendengarkan uraian program pendidikan di Sekolah Bias untuk putra-putri tercintanya pada semester genap tahun ini.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB setelah sebelumnya para wali siswa registrasi seperti biasa. Untuk sesi pertama, dikhususkan paparan untuk wali siswa jenjang SMA. Untuk jenjang SMP dilaksanaka setelahnya.

Para wali siswa diberikan kalender akademik dari sekolah untuk sama-sama mengetahui agenda yang akan dijalankan di semester ini. Ibu Andari Harnito, M.B.A. sebagai salah salah satu pengajar SMA Bias Yogyakarta memberikan pengantar untuk wali siswa kemudian rincian agenda disampaikan oleh Bapak Saryanto, S.Pt.

Acara yang rutin dilaksanakan setiap awal semester diharapkan mampu menjadi media komunikasi yang komprehensif antara pihak sekolah dengan wali siswa. “Dengan komunikasi yang intensif antara lembaga dan wali siswa, sinkronisasi program pendidikan akan berjalan dengan baik”. “Kemauan wali siswa dan lembaga juga dikomukasikan melalui media pertemuan ini”, lanjut Ustazah Kristin.

Keakraban Siswa BIAS Yogyakarta dengan Bersepeda Gembira

Sabtu, 25 Januari 2020 SMP dan SMA BIAS Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan keakraban dengan bersepeda santai ke Stadion Sultan Agung Bantul yang berjarak kurang lebih 7 kilometer dengan Sekolah BIAS Yogyakarta. Diawali dengan Sholat Shubuh berjamaah, siswa-siswi SMP maupun SMA BIAS melanjutkan kegiatannya dengan persiapan yang matang termasuk pengecekan kebugaran sepeda masing-masing.

Dengan menempuh perjalanan selama 30 menit, tepat pukul 06.00 WIB, siswa-siswi sampai di Stadion Sultan Agung dan dilanjutkan sarapan pagi. Selepas sarapan, seperti biasa, siswa BIAS melakukan IKRAR kemudian dilanjutkan dengan game.

Tujuan yang ingin dicapai dengan terselenggaranya kegiatan seperti ini adalah untuk membangun kenyamanan bersosialisasi antar individu siswa BIAS. Bila kenyamanan bersosialisasi telah terbangun, iklim kondusif yang tercipata, dengan sendirinya belajar menjadi hal yang menggembirakan dan memudahkan.